Wednesday, June 25, 2025

RPP SMTK IPAL Kitab Ayub

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( Pertemuan 1 )

 

Sekolah             : SMTK BERITA HIDUP

Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Alkitab

Kelas/Semester  : X (sepuluh )  / 2 (Dua)

Materi Pokok    : Kitab Ayub

Alokasi Waktu  :1 Pertemuan x 2 jp (2x40 menit)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya dan memahami serta menerapkan pengetahuan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

1.      Menghargai nilai-nilai dalam kitab-kitab puisi / syair  

                                                   a.      Mencatat jumlah pasal dan ayat kitab puisi / syair  

                                                  b.      Mengajukan pertanyaan tentang pesan dan tujuan kitab puisi / syair 

2.      Meneladani kitab-kitab puisi / syair

                                                   a.      Menyimak penjelasan tentang sikap iman dalam kitab puisi / syair  

3.      Mengenal kitab-kitab puisi / syair

                                                   a.      Menjelaskan tentang pesan yang didapat dari kitab puisi / syair.

4.      Menyajikan pendapat dalam bentuk tertulis /lisan tentang kitab puisi / syair

                                                   a.      Mengambil kesimpulan tentang inti kitab puisi / syair. 

 

C.     Materi Pembelajaran

1.      Siapakah tokoh dalam kitab ini

Di negeri Uz, ada seorang pria yang menyembah Allah. Namanya Ayub. Dia sangat kaya dan punya banyak anak. Dia baik hati dan suka menolong orang miskin, wanita yang suaminya sudah meninggal, dan anak-anak yang tidak punya orang tua. Tapi, apakah itu berarti dia tidak pernah punya masalah

Kitab Ayub adalah kisah tentang seorang yang saleh dan kaya, Ayub, yang diuji dengan berbagai penderitaan dan cobaan oleh Tuhan, atas izin dari Iblis. Kitab ini mengeksplorasi pertanyaan tentang penderitaan, keadilan Tuhan, dan iman di tengah kesengsaraan. Meskipun kehilangan semua yang dimilikinya dan menderita penyakit parah, Ayub tetap setia kepada Tuhan dan akhirnya dipulihkan oleh Tuhan dengan kekayaan dan keluarga yang baru.

 

2.      Apa yang dilakukan/ Apa yang terjadi/ mengapa terjadi/ Bagaimana terjadi/ Kapan terjadi

Kitab dimulai dengan latar belakang Ayub sebagai orang yang saleh, kaya, dan diberkati oleh Tuhan. Iblis menantang kesetiaan Ayub, dan Tuhan mengizinkan Iblis untuk menguji Ayub dengan berbagai penderitaan.

Ayub kehilangan semua harta bendanya, anak-anaknya meninggal, dan ia diserang penyakit yang parah. Ia berdebat dengan tiga sahabatnya mengenai penyebab penderitaannya.

Para sahabat Ayub mencoba menjelaskan penderitaannya dengan berbagai cara, termasuk bahwa ia pasti telah melakukan dosa yang tersembunyi. Ayub membela diri dan menantang pemahaman mereka tentang keadilan Tuhan.

Seorang tokoh muda bernama Elihu muncul dan memberikan pandangan yang berbeda, menekankan bahwa penderitaan bisa menjadi sarana untuk pemurnian dan pertumbuhan rohani.

 

3.      Bagaimana Ajaran Alkitab

Tuhan akhirnya berbicara kepada Ayub dari tengah badai, mengungkapkan kebesaran dan hikmat-Nya yang tidak terbatas. Ayub mengakui kebesaran Tuhan dan bertobat dari keluhannya. Tuhan memulihkan kekayaan Ayub, memberinya keluarga baru, dan memperpanjang umurnya. Kitab ini diakhiri dengan pengakuan Ayub akan kedaulatan dan hikmat Tuhan, serta pelajaran tentang iman dan kesetiaan di tengah penderitaan.

 

4.      Pelajaran apa saja yang didapat dari kitab Ini

Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia, dan meskipun kita mungkin tidak selalu memahami alasan di balik penderitaan kita, kita harus tetap percaya pada kebaikan dan keadilan Tuhan. Kisah Ayub juga menekankan pentingnya kesetiaan, ketekunan, dan iman dalam menghadapi cobaan hidup

 

D.    Metode Pembelajaran

1.      Pendekatan : Saintifik

2.      Metode : Diskusi

3.      Model: Discovery learning, Project Based Learning dan Problem based Learning

 

E.     Media Pembelajran

1.      Media Pembelajran : Alkitab , Bahan Ajar, Laptop, Youtube

2.      Alat : Papan Tulis, Spidol, LCD proyektor

 

F.      Sumber Pembelajaran

1.      Alkitab

2.      Buku Pembimbing Perjanjian Lama

3.      Buku Tafsir Kitab Puisi Sastra PL

4.      Internet / Web/ Jurnal Ilmiah

 

G.    Langkah-langkah Pembelajaran ( 2x 40 menit=80 menit)

1. Pendahuluan

            a. persiapan ( salam dan doa), 5 menit

            b. presensi (kehadiran siswa, ketertiban, kebersihan kelas), 2 menit

            c. prapersepsi (apa yang kamu ketahui tentang…),3 menit

2. Isi Materi ( PENDEKATAN SAINTIFIK) Observing, Questioning, Experimenting, Associating, communicating

            a. mengamati ( Membimbing diskusi, memberikan ilustrasi gambar), 5 menit

            b. menanya (murid bertanya apa saja ttg materi), 5 menit

            c. mencari informasi (membimbing siswa melalui buku), 10 menit

            d. mengasosiasi (menganalisi dan Tarik kesimpulan awal ttg materi), 5 menit

            e. mengkomunikasikan (siswa mempresentasikan hasil), 10 menit

3. Penutup

            a. menyimpulkan, 5 menit

            b. refleksi (apa yang didapatkan), 10 menit

            c. post test (umpan balik, pertanyaan ), 5 menit

            d. penugasan (info lanjut,tugas minggu depan), 5 menit

 

H. Penilaian Hasil Pembelajaran , 10 menit

1. Penilaian Sikap (1-5)

            a. nilai menghargai (Spiritual)

            b. nilail menghayati(Spiritual)

            c. nilai kepedulian (Sosial)

            d. nilai disiplin (Sosial)

            e. nilai tanggungjawab (Sosial)

2. Penilaian Pengetahuan (1-4)

            a. menjawab

            b. mendefiniskan

            c. menguraikan

            d. menjelaskan secara logis

3. Penilaian Ketrampilan (1-4)

            a. kemampuan bertanya (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

            b. kemampuan berargumentasi (benar, rasional, jelas, sopan)

            c. kemampuan mengusulkan (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

            d. kemampuan mengapriasi (memberi pujian) (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

 

I.Pengayaan Materi dan Remidial

a. guru memberi tugas siswa untuk membuat ringkasan tentang materi

b. guru memberikan tugas laporan untuk siswa yang belum tuntas (nilai < KKM)

Catatan kepala sekolah

 

Karanganyar, juni 2025

Kepala Sekolah           guru Mapel

 

 

Marelita, M.Pd.           Eko Sugiharto, S.Th.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Pendekatan Saintifik dalam Diskusi Kelas: Pembelajaran Kitab Ayub

Kompetensi Dasar (Contoh PAK SMA)

·         Memahami penderitaan dan respons iman berdasarkan Kitab Ayub.

·         Menunjukkan sikap sabar dan iman dalam menghadapi persoalan hidup.


🧭 Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

1. Mengamati (Observing)

Tujuan: Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.

Kegiatan:

·         Guru memutar video pendek atau membacakan kisah nyata penderitaan seseorang yang tetap beriman.

·         Siswa membaca Ayub 1:13–22.

·         Pertanyaan reflektif:

“Apa yang dialami Ayub dalam kisah ini?”
“Apa reaksi pertama Ayub?”

💡 Catatan: Bisa diberikan gambar atau infografis “Kehilangan Ayub secara bertahap” untuk dianalisis.


2. Menanya (Questioning)

Tujuan: Merangsang siswa berpikir kritis dan menyelidiki secara mendalam.

Kegiatan:

·         Siswa diarahkan membuat pertanyaan sendiri, misalnya:

o    Mengapa Ayub mengalami penderitaan padahal ia saleh?

o    Apa maksud Allah membiarkan penderitaan ini terjadi?

o    Apa yang bisa kita pelajari dari respons Ayub?

Guru mencatat pertanyaan siswa dan mengelompokkannya (pertanyaan faktual, konseptual, dan reflektif).


3. Mengumpulkan Informasi (Experimenting/Exploring)

Tujuan: Mengembangkan keterampilan mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber.

Kegiatan:

·         Siswa membaca bagian penting Kitab Ayub:

o    Pasal 1–2 (awal penderitaan)

o    Pasal 3–31 (dialog Ayub dan teman-temannya)

o    Pasal 38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan Ayub)

·         Siswa juga diberikan sumber tambahan seperti:

o    Tafsiran Kitab Ayub

o    Artikel atau kutipan dari teolog Kristen (Keller, Wright, dll.)

o    Jurnal atau buku pelengkap (misalnya: “The Problem of Pain” – C.S. Lewis)

📚 Tugas: Siswa membuat catatan penting dan peta konsep penderitaan Ayub.


4. Menalar (Associating)

Tujuan: Menghubungkan informasi untuk menarik kesimpulan.

Kegiatan:

·         Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk:

o    Menafsirkan respons Ayub terhadap penderitaan.

o    Menilai pandangan para sahabat Ayub (Elifas, Bildad, Zofar).

o    Menghubungkan penderitaan Ayub dengan realitas hidup masa kini.

🧠 Pertanyaan pendorong:

“Apa perbedaan pandangan Ayub dan sahabatnya tentang penderitaan?”
“Bagaimana jawaban Tuhan di pasal 38–42 memberi pemahaman baru?”


5. Mengomunikasikan (Communicating)

Tujuan: Melatih siswa menyampaikan hasil analisis secara lisan/tulisan.

Kegiatan:

·         Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan refleksi mereka:

o    Judul: Makna Penderitaan dan Iman Menurut Kitab Ayub

o    Format: presentasi lisan, poster, atau video refleksi

🎙Alternatif evaluasi: Menulis refleksi pribadi berjudul “Bagaimana saya belajar bertahan dalam penderitaan seperti Ayub?”

 

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

Model ini mengikuti 6 langkah utama dari Discovery Learning menurut Bruner:

a. Stimulation (Pemberian rangsangan)

  • Guru/pendidik memutar video pendek atau membacakan kisah nyata tentang penderitaan seseorang yang tetap setia kepada Tuhan.
  • Dihadapkan pertanyaan pemantik:

“Mengapa orang benar bisa mengalami penderitaan yang berat?”
“Apakah penderitaan selalu tanda hukuman dari Tuhan?”

b. Problem Statement (Identifikasi masalah)

  • Peserta diminta membaca Ayub 1:1–22 secara berkelompok.
  • Diskusi: Apa yang terjadi kepada Ayub? Apa dosanya?
  • Lalu, peserta merumuskan pertanyaan pembelajaran seperti:
    • “Mengapa Ayub menderita?”
    • “Apa tanggapan Ayub terhadap penderitaan itu?”
    • “Apa yang bisa kita pelajari dari sikap Ayub?”

c. Data Collection (Pengumpulan data)

  • Peserta diberi teks-teks utama Kitab Ayub untuk dibaca dan dianalisis:
    • Ayub 1–2 (ujian dan penderitaan)
    • Ayub 3–31 (dialog Ayub dengan sahabatnya)
    • Ayub 32–37 (pendapat Elihu)
    • Ayub 38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan)
  • Sumber tambahan: tafsiran, renungan, dan kutipan dari teolog seperti Tim Keller, John Stott, atau Derek Kidner.

d. Data Processing (Pengolahan data)

  • Setiap kelompok diminta membuat:
    • Peta konsep penderitaan Ayub.
    • Bagan perkembangan iman Ayub selama proses penderitaan.
    • Karakter Allah dalam kitab Ayub (Mahakuasa, Bijaksana, Misterius, Pengasih).

e. Verification (Pembuktian)

  • Hasil pemikiran kelompok dikaji ulang berdasarkan teks.
  • Dikonfirmasi dengan sumber teologis atau pendapat pakar Alkitab.
  • Pertanyaan penuntun: “Apakah penderitaan Ayub membawa dia lebih dekat kepada Tuhan?”

f. Generalization (Menarik kesimpulan)

  • Siswa menyimpulkan makna utama kitab Ayub:
    • Penderitaan tidak selalu akibat dosa.
    • Iman diuji dalam ketekunan.
    • Tuhan berdaulat walau tidak selalu menjelaskan maksud-Nya.
    • Orang benar dipanggil untuk percaya, bukan hanya mengerti.

 


 

MODEL PEMBELAJRAN PROBLEM-BASED LEARNING (7 LANGKAH)

Langkah 1: Orientasi terhadap Masalah

Kegiatan:

·         Guru menghadirkan studi kasus:

“Seorang pelayan Tuhan kehilangan anak-anaknya dalam kecelakaan, lalu mengalami penyakit berat. Ia bertanya, 'Apakah Tuhan masih peduli?'”

·         Pertanyaan pemantik:

“Mengapa orang yang hidup benar bisa mengalami penderitaan?”

Langkah 2: Mengorganisasi siswa untuk belajar

Kegiatan:

·         Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil (3–5 orang).

·         Setiap kelompok diberi tugas:

o    Membaca Ayub pasal 1–2 (konteks penderitaan Ayub)

o    Mengidentifikasi permasalahan teologis yang muncul.

Contoh masalah yang ditemukan:

·         Apakah Allah adil jika mengizinkan orang benar menderita?

·         Apakah penderitaan selalu berasal dari dosa?

Langkah 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Kegiatan:

·         Siswa mencari referensi Alkitabiah dan teologis.

·         Guru menyediakan bahan bantu: tafsiran, video pengajaran, kutipan teolog Kristen (Keller, Stott, Wright, dll).

·         Setiap kelompok meneliti:

o    Respon Ayub terhadap penderitaan

o    Respons sahabat Ayub dan perannya

o    Jawaban Tuhan (Ayub 38–42)

Langkah 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Kegiatan:

·         Kelompok menyusun presentasi atau poster digital berisi:

o    Analisis masalah , Penafsiran teks, Solusi atau jawaban teologis

o    Relevansi dengan kehidupan saat ini

·         Hasil dapat dipresentasikan atau ditulis dalam bentuk esai pendek.

Langkah 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Kegiatan:

·         Siswa lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

·         Guru membimbing refleksi:

“Apa yang kalian pelajari tentang Allah melalui kisah Ayub?”
“Apa dampaknya terhadap iman kita saat menghadapi penderitaan?”

Langkah 6: Refleksi

Kegiatan:

·         Siswa menulis refleksi pribadi:

o    Apa pelajaran terpenting dari kisah Ayub?

o    Bagaimana saya akan bersikap jika menghadapi penderitaan?

Langkah 7: Tindak lanjut

Kegiatan:

·         Siswa diberikan tugas proyek: membuat devotional harian bertema “Iman dalam Penderitaan” berdasarkan Kitab Ayub selama 7 hari.

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda

RPP SMTK IPAL Kitab Ayub

  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) ( Pertemuan 1 )   Sekolah              : SMTK BERITA HIDUP Mata Pelajaran   : Ilmu Pengetah...