Wednesday, June 25, 2025

RPP SMTK IPAL Kitab Ayub

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( Pertemuan 1 )

 

Sekolah             : SMTK BERITA HIDUP

Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Alkitab

Kelas/Semester  : X (sepuluh )  / 2 (Dua)

Materi Pokok    : Kitab Ayub

Alokasi Waktu  :1 Pertemuan x 2 jp (2x40 menit)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya dan memahami serta menerapkan pengetahuan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

1.      Menghargai nilai-nilai dalam kitab-kitab puisi / syair  

                                                   a.      Mencatat jumlah pasal dan ayat kitab puisi / syair  

                                                  b.      Mengajukan pertanyaan tentang pesan dan tujuan kitab puisi / syair 

2.      Meneladani kitab-kitab puisi / syair

                                                   a.      Menyimak penjelasan tentang sikap iman dalam kitab puisi / syair  

3.      Mengenal kitab-kitab puisi / syair

                                                   a.      Menjelaskan tentang pesan yang didapat dari kitab puisi / syair.

4.      Menyajikan pendapat dalam bentuk tertulis /lisan tentang kitab puisi / syair

                                                   a.      Mengambil kesimpulan tentang inti kitab puisi / syair. 

 

C.     Materi Pembelajaran

1.      Siapakah tokoh dalam kitab ini

Di negeri Uz, ada seorang pria yang menyembah Allah. Namanya Ayub. Dia sangat kaya dan punya banyak anak. Dia baik hati dan suka menolong orang miskin, wanita yang suaminya sudah meninggal, dan anak-anak yang tidak punya orang tua. Tapi, apakah itu berarti dia tidak pernah punya masalah

Kitab Ayub adalah kisah tentang seorang yang saleh dan kaya, Ayub, yang diuji dengan berbagai penderitaan dan cobaan oleh Tuhan, atas izin dari Iblis. Kitab ini mengeksplorasi pertanyaan tentang penderitaan, keadilan Tuhan, dan iman di tengah kesengsaraan. Meskipun kehilangan semua yang dimilikinya dan menderita penyakit parah, Ayub tetap setia kepada Tuhan dan akhirnya dipulihkan oleh Tuhan dengan kekayaan dan keluarga yang baru.

 

2.      Apa yang dilakukan/ Apa yang terjadi/ mengapa terjadi/ Bagaimana terjadi/ Kapan terjadi

Kitab dimulai dengan latar belakang Ayub sebagai orang yang saleh, kaya, dan diberkati oleh Tuhan. Iblis menantang kesetiaan Ayub, dan Tuhan mengizinkan Iblis untuk menguji Ayub dengan berbagai penderitaan.

Ayub kehilangan semua harta bendanya, anak-anaknya meninggal, dan ia diserang penyakit yang parah. Ia berdebat dengan tiga sahabatnya mengenai penyebab penderitaannya.

Para sahabat Ayub mencoba menjelaskan penderitaannya dengan berbagai cara, termasuk bahwa ia pasti telah melakukan dosa yang tersembunyi. Ayub membela diri dan menantang pemahaman mereka tentang keadilan Tuhan.

Seorang tokoh muda bernama Elihu muncul dan memberikan pandangan yang berbeda, menekankan bahwa penderitaan bisa menjadi sarana untuk pemurnian dan pertumbuhan rohani.

 

3.      Bagaimana Ajaran Alkitab

Tuhan akhirnya berbicara kepada Ayub dari tengah badai, mengungkapkan kebesaran dan hikmat-Nya yang tidak terbatas. Ayub mengakui kebesaran Tuhan dan bertobat dari keluhannya. Tuhan memulihkan kekayaan Ayub, memberinya keluarga baru, dan memperpanjang umurnya. Kitab ini diakhiri dengan pengakuan Ayub akan kedaulatan dan hikmat Tuhan, serta pelajaran tentang iman dan kesetiaan di tengah penderitaan.

 

4.      Pelajaran apa saja yang didapat dari kitab Ini

Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia, dan meskipun kita mungkin tidak selalu memahami alasan di balik penderitaan kita, kita harus tetap percaya pada kebaikan dan keadilan Tuhan. Kisah Ayub juga menekankan pentingnya kesetiaan, ketekunan, dan iman dalam menghadapi cobaan hidup

 

D.    Metode Pembelajaran

1.      Pendekatan : Saintifik

2.      Metode : Diskusi

3.      Model: Discovery learning, Project Based Learning dan Problem based Learning

 

E.     Media Pembelajran

1.      Media Pembelajran : Alkitab , Bahan Ajar, Laptop, Youtube

2.      Alat : Papan Tulis, Spidol, LCD proyektor

 

F.      Sumber Pembelajaran

1.      Alkitab

2.      Buku Pembimbing Perjanjian Lama

3.      Buku Tafsir Kitab Puisi Sastra PL

4.      Internet / Web/ Jurnal Ilmiah

 

G.    Langkah-langkah Pembelajaran ( 2x 40 menit=80 menit)

1. Pendahuluan

            a. persiapan ( salam dan doa), 5 menit

            b. presensi (kehadiran siswa, ketertiban, kebersihan kelas), 2 menit

            c. prapersepsi (apa yang kamu ketahui tentang…),3 menit

2. Isi Materi ( PENDEKATAN SAINTIFIK) Observing, Questioning, Experimenting, Associating, communicating

            a. mengamati ( Membimbing diskusi, memberikan ilustrasi gambar), 5 menit

            b. menanya (murid bertanya apa saja ttg materi), 5 menit

            c. mencari informasi (membimbing siswa melalui buku), 10 menit

            d. mengasosiasi (menganalisi dan Tarik kesimpulan awal ttg materi), 5 menit

            e. mengkomunikasikan (siswa mempresentasikan hasil), 10 menit

3. Penutup

            a. menyimpulkan, 5 menit

            b. refleksi (apa yang didapatkan), 10 menit

            c. post test (umpan balik, pertanyaan ), 5 menit

            d. penugasan (info lanjut,tugas minggu depan), 5 menit

 

H. Penilaian Hasil Pembelajaran , 10 menit

1. Penilaian Sikap (1-5)

            a. nilai menghargai (Spiritual)

            b. nilail menghayati(Spiritual)

            c. nilai kepedulian (Sosial)

            d. nilai disiplin (Sosial)

            e. nilai tanggungjawab (Sosial)

2. Penilaian Pengetahuan (1-4)

            a. menjawab

            b. mendefiniskan

            c. menguraikan

            d. menjelaskan secara logis

3. Penilaian Ketrampilan (1-4)

            a. kemampuan bertanya (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

            b. kemampuan berargumentasi (benar, rasional, jelas, sopan)

            c. kemampuan mengusulkan (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

            d. kemampuan mengapriasi (memberi pujian) (selalu, sering, kadang, tidak pernah)

 

I.Pengayaan Materi dan Remidial

a. guru memberi tugas siswa untuk membuat ringkasan tentang materi

b. guru memberikan tugas laporan untuk siswa yang belum tuntas (nilai < KKM)

Catatan kepala sekolah

 

Karanganyar, juni 2025

Kepala Sekolah           guru Mapel

 

 

Marelita, M.Pd.           Eko Sugiharto, S.Th.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Pendekatan Saintifik dalam Diskusi Kelas: Pembelajaran Kitab Ayub

Kompetensi Dasar (Contoh PAK SMA)

·         Memahami penderitaan dan respons iman berdasarkan Kitab Ayub.

·         Menunjukkan sikap sabar dan iman dalam menghadapi persoalan hidup.


🧭 Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

1. Mengamati (Observing)

Tujuan: Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.

Kegiatan:

·         Guru memutar video pendek atau membacakan kisah nyata penderitaan seseorang yang tetap beriman.

·         Siswa membaca Ayub 1:13–22.

·         Pertanyaan reflektif:

“Apa yang dialami Ayub dalam kisah ini?”
“Apa reaksi pertama Ayub?”

💡 Catatan: Bisa diberikan gambar atau infografis “Kehilangan Ayub secara bertahap” untuk dianalisis.


2. Menanya (Questioning)

Tujuan: Merangsang siswa berpikir kritis dan menyelidiki secara mendalam.

Kegiatan:

·         Siswa diarahkan membuat pertanyaan sendiri, misalnya:

o    Mengapa Ayub mengalami penderitaan padahal ia saleh?

o    Apa maksud Allah membiarkan penderitaan ini terjadi?

o    Apa yang bisa kita pelajari dari respons Ayub?

Guru mencatat pertanyaan siswa dan mengelompokkannya (pertanyaan faktual, konseptual, dan reflektif).


3. Mengumpulkan Informasi (Experimenting/Exploring)

Tujuan: Mengembangkan keterampilan mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber.

Kegiatan:

·         Siswa membaca bagian penting Kitab Ayub:

o    Pasal 1–2 (awal penderitaan)

o    Pasal 3–31 (dialog Ayub dan teman-temannya)

o    Pasal 38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan Ayub)

·         Siswa juga diberikan sumber tambahan seperti:

o    Tafsiran Kitab Ayub

o    Artikel atau kutipan dari teolog Kristen (Keller, Wright, dll.)

o    Jurnal atau buku pelengkap (misalnya: “The Problem of Pain” – C.S. Lewis)

📚 Tugas: Siswa membuat catatan penting dan peta konsep penderitaan Ayub.


4. Menalar (Associating)

Tujuan: Menghubungkan informasi untuk menarik kesimpulan.

Kegiatan:

·         Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk:

o    Menafsirkan respons Ayub terhadap penderitaan.

o    Menilai pandangan para sahabat Ayub (Elifas, Bildad, Zofar).

o    Menghubungkan penderitaan Ayub dengan realitas hidup masa kini.

🧠 Pertanyaan pendorong:

“Apa perbedaan pandangan Ayub dan sahabatnya tentang penderitaan?”
“Bagaimana jawaban Tuhan di pasal 38–42 memberi pemahaman baru?”


5. Mengomunikasikan (Communicating)

Tujuan: Melatih siswa menyampaikan hasil analisis secara lisan/tulisan.

Kegiatan:

·         Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan refleksi mereka:

o    Judul: Makna Penderitaan dan Iman Menurut Kitab Ayub

o    Format: presentasi lisan, poster, atau video refleksi

🎙Alternatif evaluasi: Menulis refleksi pribadi berjudul “Bagaimana saya belajar bertahan dalam penderitaan seperti Ayub?”

 

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

Model ini mengikuti 6 langkah utama dari Discovery Learning menurut Bruner:

a. Stimulation (Pemberian rangsangan)

  • Guru/pendidik memutar video pendek atau membacakan kisah nyata tentang penderitaan seseorang yang tetap setia kepada Tuhan.
  • Dihadapkan pertanyaan pemantik:

“Mengapa orang benar bisa mengalami penderitaan yang berat?”
“Apakah penderitaan selalu tanda hukuman dari Tuhan?”

b. Problem Statement (Identifikasi masalah)

  • Peserta diminta membaca Ayub 1:1–22 secara berkelompok.
  • Diskusi: Apa yang terjadi kepada Ayub? Apa dosanya?
  • Lalu, peserta merumuskan pertanyaan pembelajaran seperti:
    • “Mengapa Ayub menderita?”
    • “Apa tanggapan Ayub terhadap penderitaan itu?”
    • “Apa yang bisa kita pelajari dari sikap Ayub?”

c. Data Collection (Pengumpulan data)

  • Peserta diberi teks-teks utama Kitab Ayub untuk dibaca dan dianalisis:
    • Ayub 1–2 (ujian dan penderitaan)
    • Ayub 3–31 (dialog Ayub dengan sahabatnya)
    • Ayub 32–37 (pendapat Elihu)
    • Ayub 38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan)
  • Sumber tambahan: tafsiran, renungan, dan kutipan dari teolog seperti Tim Keller, John Stott, atau Derek Kidner.

d. Data Processing (Pengolahan data)

  • Setiap kelompok diminta membuat:
    • Peta konsep penderitaan Ayub.
    • Bagan perkembangan iman Ayub selama proses penderitaan.
    • Karakter Allah dalam kitab Ayub (Mahakuasa, Bijaksana, Misterius, Pengasih).

e. Verification (Pembuktian)

  • Hasil pemikiran kelompok dikaji ulang berdasarkan teks.
  • Dikonfirmasi dengan sumber teologis atau pendapat pakar Alkitab.
  • Pertanyaan penuntun: “Apakah penderitaan Ayub membawa dia lebih dekat kepada Tuhan?”

f. Generalization (Menarik kesimpulan)

  • Siswa menyimpulkan makna utama kitab Ayub:
    • Penderitaan tidak selalu akibat dosa.
    • Iman diuji dalam ketekunan.
    • Tuhan berdaulat walau tidak selalu menjelaskan maksud-Nya.
    • Orang benar dipanggil untuk percaya, bukan hanya mengerti.

 


 

MODEL PEMBELAJRAN PROBLEM-BASED LEARNING (7 LANGKAH)

Langkah 1: Orientasi terhadap Masalah

Kegiatan:

·         Guru menghadirkan studi kasus:

“Seorang pelayan Tuhan kehilangan anak-anaknya dalam kecelakaan, lalu mengalami penyakit berat. Ia bertanya, 'Apakah Tuhan masih peduli?'”

·         Pertanyaan pemantik:

“Mengapa orang yang hidup benar bisa mengalami penderitaan?”

Langkah 2: Mengorganisasi siswa untuk belajar

Kegiatan:

·         Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil (3–5 orang).

·         Setiap kelompok diberi tugas:

o    Membaca Ayub pasal 1–2 (konteks penderitaan Ayub)

o    Mengidentifikasi permasalahan teologis yang muncul.

Contoh masalah yang ditemukan:

·         Apakah Allah adil jika mengizinkan orang benar menderita?

·         Apakah penderitaan selalu berasal dari dosa?

Langkah 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Kegiatan:

·         Siswa mencari referensi Alkitabiah dan teologis.

·         Guru menyediakan bahan bantu: tafsiran, video pengajaran, kutipan teolog Kristen (Keller, Stott, Wright, dll).

·         Setiap kelompok meneliti:

o    Respon Ayub terhadap penderitaan

o    Respons sahabat Ayub dan perannya

o    Jawaban Tuhan (Ayub 38–42)

Langkah 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Kegiatan:

·         Kelompok menyusun presentasi atau poster digital berisi:

o    Analisis masalah , Penafsiran teks, Solusi atau jawaban teologis

o    Relevansi dengan kehidupan saat ini

·         Hasil dapat dipresentasikan atau ditulis dalam bentuk esai pendek.

Langkah 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Kegiatan:

·         Siswa lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

·         Guru membimbing refleksi:

“Apa yang kalian pelajari tentang Allah melalui kisah Ayub?”
“Apa dampaknya terhadap iman kita saat menghadapi penderitaan?”

Langkah 6: Refleksi

Kegiatan:

·         Siswa menulis refleksi pribadi:

o    Apa pelajaran terpenting dari kisah Ayub?

o    Bagaimana saya akan bersikap jika menghadapi penderitaan?

Langkah 7: Tindak lanjut

Kegiatan:

·         Siswa diberikan tugas proyek: membuat devotional harian bertema “Iman dalam Penderitaan” berdasarkan Kitab Ayub selama 7 hari.

Friday, November 10, 2023

Putri kami 1 - Debora Kirana Queen

Debora Kirana Queen

Putri 1 dari Bp. Pdt. Lewi Eko SUgiharto dan Ibu Yuliba Ndruru

Lahir di Sukoharjo, tanggal 26 Oktober 2023

Artinya : 

Debora : Lebah Madu

Kirana : Cahaya

Queen : Ratu






Wednesday, November 18, 2020

Renungan Yesaya 29

 Yesaya Bab 29

Kata “celaka” selanjutnya diucapkan melawan “Ariel, kota tempat tinggal Daud”. Ariel adalah nama lain dari Yerusalem.

Nabi mengutuk formalitas agama, dengan menunjukkan bahwa agama kosong mereka tidak akan menghentikan penghakiman Tuhan. Oleh karena itu, Yerusalem akan menjadi "sebagai Ariel", yang berarti bahwa Allah akan mengubahnya menjadi tempat pengorbanan yang dibakar.

Yesaya 29: 1 "Celakalah Ariel, Ariel, kota [di mana] Daud tinggal! Tambahkan kamu dari tahun ke tahun; biarkan mereka membunuh korban."

Kata Ariel berarti "singa Tuhan", merujuk pada kekuatan kota dan mungkin "perapian Tuhan", mengacu pada tempat di mana altar Tuhan selalu menyala. (Ayat 7-8), tunjukkan ini menjadi sebuah nama untuk Yerusalem dan pasal tersebut melihat invasi ke Yerusalem karena ketidakpercayaan.

Daud menamai Yerusalem kota Daud tempat dia pernah berkemah. Siklus upacara keagamaan Yerusalem tidak ada artinya bagi Tuhan.

Tahun ke tahun ini bisa dikatakan dalam waktu setahun dari saat itu. Tampaknya, ini berarti mereka bisa terus maju dan berkorban untuk itu tahun depan.

Yesaya 29: 2 "Namun aku akan menyusahkan Ariel, dan akan ada beban dan kesedihan: dan itu akan menjadi bagiku sebagai Ariel."

Penderitaan akan datang setelah tahun yang disebutkan (dalam ayat 1). Akan ada banyak kesedihan atas serangan ke Yerusalem. Yerusalem tidak akan jatuh seluruhnya.

Yesaya 29: 3 "Dan aku akan berkemah melawan kamu di sekitar, dan akan mengepung kamu dengan gunung, dan saya akan membangun benteng melawan kamu."

Tuhan berkemah melawan Yerusalem melalui peralatan-Nya, pertama orang Asyur (701 SM) dan kemudian Babilonia (586 SM).

Pengepungan yang datang terhadap Yerusalem dilakukan oleh negara lain, tetapi itu benar-benar dikirim melawan mereka oleh Tuhan sebagai penghakiman. Perkemahan Assyria di sekitar tembok Yerusalem. Mereka tidak sadar bahwa Tuhan sedang menggunakan mereka dengan cara ini.

Yesaya 29: 4 "Dan engkau akan diturunkan, [dan] akan berbicara dari tanah, dan perkataanmu akan rendah dari debu, dan suaramu akan menjadi, seperti suara yang memiliki roh yang akrab, dari tanah, dan perkataanmu akan berbisik dari debu. "

“Keluar dari tanah… keluar dari debu”: Yerusalem akan menjadi seperti tawanan, direndahkan menjadi debu. Suaranya akan datang dari bumi seperti suara roh medium, seperti suara orang mati yang seharusnya. Ini akan cocok untuk dosa necromancy-nya.

Keangkuhan Yerusalem tidak akan ada lagi. Mereka akan dibawa begitu rendah, seolah-olah mereka berbicara dari tanah. Terkadang orang jahat berpura-pura berkomunikasi dengan orang mati. Roh jahat akan berbicara dari bawah tanah.

 

Ayat 5-8: Pada waktu Tuhan, setelah hukuman Yerusalem, mereka yang berperang melawan kota itu sendiri akan berada di bawah penghakiman Tuhan.

Yesaya 29: 5 "Lagipula kumpulan orang asingmu akan menjadi seperti debu kecil, dan orang banyak yang mengerikan [akan] seperti sekam yang berlalu: ya, itu akan terjadi dalam sekejap."

"Tiba-tiba": Penghancuran musuh Israel oleh Tuhan akan sangat tiba-tiba, seperti halnya penolakan orang Asiria dari Yerusalem (pada 701 SM).

Yesaya 29: 6 "Engkau akan dikunjungi TUHAN semesta alam dengan guntur, dan dengan gempa bumi, dan kebisingan yang hebat, dengan badai dan badai, dan nyala api yang melahap."

"Guntur ... gempa bumi ... suara keras": Istilah ini menunjuk pada teofani badai yang menandai berakhirnya meterai, terompet dan mangkuk dalam Wahyu (Wahyu 8: 5; 11:19; 16:18).

Sekarang, kita melihat alasan musuh melarikan diri. Tuhan selalu berperang untuk Yerusalem. Musuh dengan cepat melihat bahwa Tuhan akan berperang untuk Yerusalem, ketika bumi berguncang, itu bergemuruh dan badai datang. Nyala api yang melahap itu adalah kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tuhan muncul dalam nyala api untuk menahan Firaun dari orang Israel di Laut Merah. Api yang menyala-nyala ini telah menyerang orang-orang kafir lebih dari sekali.

2 Tesalonika 1: 8 "Dalam nyala api membalas dendam kepada mereka yang tidak mengenal Tuhan, dan yang tidak mentaati Injil Tuhan kita Yesus Kristus:"

Ketika orang Asiria melihat mereka tidak datang melawan Yerusalem sendirian, tetapi melawan Tuhan, mereka melarikan diri.

Yesaya 29: 7 "Dan semua bangsa yang berperang melawan Ariel, bahkan semua yang berperang melawan dia dan amunisinya, dan kesusahannya, akan seperti mimpi dari penglihatan malam."

Semua ancaman terhadap kota dari negara musuh akan memudar seperti mimpi buruk saat seseorang terbangun.

Serangan itu akan berumur pendek; itu akan tampak seperti mimpi. Tuhan berjuang untuk Yerusalem. Tidak masalah, jika semua bangsa datang melawan Yerusalem. Mereka masih akan kalah. Mereka bukan tandingan Tuhan.

Yesaya 29: 8 "Bahkan akan seperti ketika [orang] yang lapar bermimpi, dan, lihatlah, dia makan; tetapi dia bangun, dan jiwanya kosong: atau seperti ketika orang yang haus bermimpi, dan, lihatlah, dia minum; tetapi dia terbangun, dan, lihatlah, [dia] pingsan, dan jiwanya memiliki nafsu makan: demikianlah akan banyaknya dari semua bangsa, yang berperang melawan gunung Sion. "

Penyerang Yerusalem akan menggagalkan diri mereka sendiri, sebagai pemimpi yang memiliki ilusi bahwa ia makan dan minum, tetapi terbangun dan mendapati dirinya masih lapar dan haus.

Bangsa-bangsa yang melawan Yerusalem percaya bahwa menang mudah. Mereka memiliki kemenangan di telapak tangan mereka dan kemudian, Tuhan datang ke dalam gambar. Musuh bisa membayangkan kemenangan, tetapi mereka tidak mempertimbangkan pemeliharaan Tuhan atas Yerusalem. Mereka pergi dengan sedih. Itu terjadi begitu cepat, seperti mimpi.

"Gunung Zion" berarti Yerusalem, tetapi itu juga berarti gereja. Datang melawan Yerusalem, atau gereja, berarti datang melawan Tuhan. Anda tidak bisa menang.

 

Ayat 9-14: Nabi kembali ke tema kebutaan agama mekanis.

Yesaya 29: 9 "Tinggallah dan heranlah; teriaklah, dan menangislah: mereka mabuk, tetapi bukan karena anggur; mereka terhuyung-huyung, tetapi tidak dengan minuman keras."

Kebutaan dan kemabukan berasal dari ketidakmampuan orang-orang untuk memahami pesan Yesaya tentang mempercayai Tuhan daripada Mesir.

Yesaya memperingatkan mereka untuk teguh dalam keyakinan mereka. Mereka sama sekali tidak terkesan dengan nubuat Yesaya. Dia memperingatkan mereka untuk tercengang pada pekerjaan besar Tuhan atas nama mereka.

Kami melihat di pelajaran lain, di mana orang-orang itu pemabuk. Ini tidak sama di sini. Orang-orang ini bertingkah seperti pemabuk, tetapi tidak minum apa pun yang memabukkan. Kelemahan mereka dari Tuhan.

Yesaya 29:10 "Sebab TUHAN telah mencurahkan ke atas dirimu roh tidur yang nyenyak, dan telah menutup matamu: nabi-nabi dan penguasa-penguasamu, para pelihat yang diselimuti-Nya."

"Spirit of deep sleep": Karena Israel awalnya menolak untuk mendengar nabi sejatinya; kemampuan mendengar mereka telah terganggu. Tuhan menyerahkan mereka secara hukum karena kekerasan hati mereka sendiri. Paulus menerapkan ayat ini secara khusus pada kondisi umum kebutaan Israel selama zaman gereja (Roma 11: 8).

“Para nabi… pelihat”: Para nabi dan pelihat palsu telah membutakan pendengar mereka dengan nubuatan palsu mereka.

Tidur nyenyak, di sini, adalah ketidaksadaran akan lingkungan mereka. Mereka memiliki mata untuk melihat, tetapi tidak melihat. Kebutaan ini terhadap hal-hal tentang Tuhan. Mereka tidak mengindahkan peringatan yang Tuhan telah kirimkan. Mereka tidak percaya peringatan itu benar. Mereka tidak akan mempercayai nabi Tuhan.

Yesaya 29:11 "Dan penglihatan semua menjadi bagimu seperti kata-kata dari sebuah kitab yang dimeteraikan, yang [manusia] sampaikan kepada orang yang terpelajar, mengatakan, Bacalah ini, aku berdoa kepadamu: dan dia berkata, aku tidak bisa ; karena itu [disegel]: "

Mereka yang mampu membaca tidak dapat melakukannya karena mereka telah menyerahkan kepekaan spiritual mereka (Yes. 6: 9-10; Matius 13: 10-17).

Ini hanya mengatakan bahwa peringatan Yesaya tidak dipercaya oleh orang-orang. Mereka bahkan tidak akan membacanya untuk melihat apa yang mereka katakan. Seolah-olah buku itu ditutup tentang masalah itu.

Misalnya, Alkitab adalah buku yang dimeteraikan bagi setiap orang, terpelajar atau tidak, sampai ia mulai mempelajarinya dengan hati yang sederhana dan semangat yang dapat diajar, sehingga ia dapat mempelajari kebenaran dan kehendak Tuhan. Menyembah Tuhan, berarti mendekatinya. Dan jika hati dipenuhi cinta dan ketakutannya, dari kelimpahannya mulut akan berbicara; tetapi ada banyak yang agamanya hanya basa-basi.

Yesaya 29:12 "Dan buku itu disampaikan kepadanya yang tidak dipelajari, mengatakan, Baca ini, aku berdoa kepadamu: dan dia berkata, aku tidak terpelajar."

Mereka yang tidak berpendidikan memiliki dua alasan untuk tidak mengetahui isi buku tersebut:

(1) Buku itu disegel; dan

(2) Dia tidak bisa membacanya meskipun sebenarnya tidak.

Sungguh menyedihkan ketika tidak ada yang mampu menerima wahyu Tuhan yang kaya.

Pesan ini bahkan diberikan kepada orang-orang yang tidak terpelajar, tetapi mereka juga tidak akan menerimanya. Sepertinya setiap orang punya alasan. Milik mereka adalah bahwa mereka tidak terpelajar. Saya telah mendengar banyak orang menggunakan alasan itu untuk tidak membaca Alkitab mereka.

 

Ayat 13-24: Yesus (Markus 7: 6-7 mengutip ayat 13), sebagai lambang Farisiisme. Nabi mengutuk bangsanya sendiri karena menghormati Tuhan dengan "mulut" dan "bibir" mereka tetapi bukan "hati" mereka. Dia lebih lanjut mencatat bahwa "ketakutan" atau penghormatan mereka hanyalah akomodasi intelektual "yang diajarkan oleh ajaran manusia".

Ibadah yang benar harus dimulai dengan penghormatan yang tepat kepada Tuhan dan Firman-Nya. Yesaya lebih lanjut mengumumkan bahwa karena para pemimpin intelektual Israel tidak akan mengikuti Tuhan, "tuli, buta, lemah lembut," dan "miskin" (yaitu orang bukan Yahudi), "akan bersukacita" di dalam Dia.

Yesaya 29:13 "Oleh karena itu Tuhan berfirman, Sebab orang-orang ini mendekati [aku] dengan mulut mereka, dan dengan bibir mereka menghormati aku, tetapi telah menjauhkan hati mereka dari Aku, dan ketakutan mereka terhadap Aku diajarkan oleh ajaran dari pria:"

Ritualisme kosong tidak membawa kedekatan dengan Tuhan. Yesus menggunakan ayat ini untuk menggambarkan Yudaisme pada zaman-Nya (Matius 15: 7-9; Markus 7: 6-7).

Kami melihat pengikut yang tidak benar-benar dijual kepada Tuhan. Mereka hanya percaya pada perkataan. Mereka berkata bahwa mereka adalah orang percaya, tetapi mereka tidak percaya pada hati mereka. Penduduk Yerusalem ini, dan banyak dari umat gereja kita saat ini, mengaku percaya dengan mulut mereka, tetapi hati mereka tidak percaya.

"Ajaran manusia", saya percaya, ada hubungannya dengan melakukan gerakan ibadah (ritual), tetapi tidak memiliki komitmen nyata kepada Tuhan.

Yesaya 29:14 "Oleh karena itu, lihatlah, Aku akan melanjutkan untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa di antara orang-orang ini, [bahkan] pekerjaan yang menakjubkan dan keajaiban: karena kebijaksanaan [orang] mereka yang bijak akan binasa, dan pemahaman dari mereka yang bijaksana [ laki-laki] akan disembunyikan. "

“Kebijaksanaan… binasa… pengertian… sembunyikan”: Prinsip menggunakan kebijaksanaan manusia daripada kebijaksanaan ilahi adalah wabah spiritual di Yerusalem. Prinsip yang sama adalah kejatuhan dunia Yunani pada zaman Paulus (1 Kor. 1:19).

Pekerjaan luar biasa, saya percaya, adalah kedatangan Mesias mereka. Dia adalah Juruselamat seluruh umat manusia. Keajaiban dari semuanya adalah bahwa umat manusia tidak pantas untuk diselamatkan. Yesus membawa keselamatan kepada siapa pun yang mau sebagai hadiah gratis. Satu-satunya bagian yang kita mainkan adalah kita harus percaya, dan kemudian menerima keselamatan yang begitu besar.

Orang bijak mereka adalah orang Farisi dan penguasa di bait suci yang tidak akan menerima Yesus sebagai Mesias. Mereka (orang bijak), menyangkal Yesus, dan bahkan menghasut untuk menyalibkan Dia. Mereka begitu bijak? Mereka menyalibkan Tuhan yang Mulia.

Yesaya 29:15 "Celakalah mereka yang berusaha menyembunyikan nasihat mereka dari TUHAN, dan pekerjaan mereka ada dalam kegelapan, dan mereka berkata, Siapakah yang melihat kami? Dan siapa yang mengenal kami?"

Nabi mungkin merujuk pada rencana rahasia para pemimpin untuk bergabung dengan Mesir untuk memerangi Asyur. Tuhan telah menasihati sebaliknya, jadi mereka memiliki strategi dari-Nya.

Tidak ada yang tersembunyi dari Tuhan. Mereka percaya kejahatan mereka akan disembunyikan, karena dilakukan dalam kegelapan. Cahaya mengungkapkan semua hal yang tersembunyi. Cahaya menghilangkan kegelapan.

Yesaya 29:16 "Sesungguhnya membalikkan keadaanmu akan dianggap sebagai tanah liat tukang tembikar: karena akankah pekerjaan berkata tentang dia yang membuatnya, Dia yang tidak membuat aku? Atau akankah hal yang dibingkai berkata tentang dia yang membingkainya, Dia telah tidak mengerti? "

“Dia tidak menjadikan aku”: Karena manusia membuat rencana sendiri tanpa Tuhan adalah penolakan terhadap Tuhan sebagai Pencipta. Paulus beralasan bahwa ini juga merupakan pertanyaan tentang kedaulatan Allah (Roma 9: 19-21). Apakah tanah liat menganggap dirinya sama dengan pembuat tembikar?

Tuhan itu Maha Tahu. Mahatahu artinya memiliki pengetahuan yang sempurna dan lengkap tentang segala hal. Betapa konyolnya hal yang diciptakan oleh Tuhan, tidak menyadari Tuhan mengetahui segalanya tentang mereka.

Dia adalah Tukang Tembikar, kita adalah tanah liat. Dia bisa membentuk kita seperti yang Dia inginkan. Bagaimana mungkin ciptaan Tuhan meragukan kemampuan-Nya untuk mengetahui ciptaan-Nya sepenuhnya?

Yesaya 29:17 "[Apakah] ini belum lama lagi, dan Lebanon akan berubah menjadi ladang yang subur, dan ladang yang subur akan dianggap sebagai hutan?"

“Bidang yang subur… hutan”: Di masa depan, pembalikan peran antara yang kuat dan yang lemah akan terjadi, ketika Tuhan turun tangan untuk memberkati Yerusalem. Perubahan moral di bangsa Yahudi akan sebesar jika Lebanon yang biasanya berhutan diubah menjadi ladang dan sebaliknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat hal ini terjadi. Bagian dunia itu pasti berbuah. Mereka mengirimkan buah dan sayuran ke banyak bagian dunia.

Yesaya 29:18 "Dan pada hari itu orang yang tuli akan mendengar kata-kata dari kitab itu, dan mata orang buta akan melihat dari kegelapan, dan dari kegelapan."

“Tuli mendengar… buta akan melihat”: Kebutaan rohani Israel tidak akan ada lagi. Yesus memberikan arti tambahan pada kata-kata itu, menerapkannya pada pelayanan-Nya dalam penyembuhan fisik bagi orang tuli dan buta (Matius 11: 5; Yes 35: 5).

Yesus telah berkata, mereka memiliki telinga untuk mendengar, dan mereka tidak mendengar. Ada penerimaan bagimu yang datang dengan jenis pendengaran, yang dibicarakan di sini. Buku itu, tentu saja, adalah Alkitab. Pemahaman mereka akan terbuka. Mereka memiliki mata untuk melihat, dan tidak melihat.

Penglihatan spiritual mereka akan terbuka, dan mereka akan melihat dan mengetahui kebenaran. Kegelapan spiritual mereka akan diubah menjadi terang.

 

Ayat 19-20: Zaman mesianik masa depan akan membawa pembalikan status. Bersukacita akan menggantikan kesulitan yang tertindas; dominasi penindas akan berakhir.

Yesaya 29:19 "Orang yang lemah lembut juga akan menambah sukacita [mereka] di dalam TUHAN, dan orang miskin di antara manusia akan bersukacita dalam Yang Mahakudus Israel."

Lihatlah bersama saya, pada dua ayat yang Yesus bicarakan tentang orang miskin.

Matius 11: 5 "Orang buta melihat mereka, dan orang lumpuh berjalan, orang kusta disucikan, dan orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin memberitakan Injil kepada mereka."

Lukas 4:18 "Roh Tuhan ada padaku, karena ia telah mengurapi aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin; ia telah mengutus aku untuk menyembuhkan yang patah hati, untuk memberitakan pembebasan kepada tawanan, dan memulihkan penglihatan untuk orang buta, untuk membebaskan mereka yang terluka, "

Orang yang lemah lembut dan yang miskin menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka, ketika yang lebih terpelajar dalam hukum menolak Dia.

Yesaya 29:20 "Karena yang mengerikan ditiadakan, dan pencemooh dikonsumsi, dan semua yang berjaga-jaga untuk kejahatan dilenyapkan:"

Yang mengerikan adalah Setan. Dia dikalahkan oleh Yesus. Ingat, pencemooh adalah mereka yang menghina Tuhan. Ini mengatakan mereka dihancurkan. Mereka yang mencari dosa akan menemukannya. Orang-orang berdosa akan disingkirkan.

Yesaya 29:21 "Itu membuat orang menjadi pelanggar perkataan, dan memasang jerat bagi orang yang menegur di pintu gerbang, dan menyimpang yang adil untuk sesuatu yang tidak berarti."

Mereka yang memiliki otoritas politik dan yudisial tidak lagi menyalahgunakan kekuasaannya untuk menindas.

Sepertinya ini adalah seseorang yang melontarkan tuduhan palsu terhadap orang lain. Bisa juga, semacam kata-kata palsu yang diucapkan tentang karakter orang lain. Area gerbang adalah tempat banyak orang pergi untuk menuduh orang lain.

Ini mirip dengan pengadilan kami. Satu kata yang saya anggap penting dalam hal ini adalah mencela. Tampaknya serangan palsu dan lisan ini ditujukan kepada seseorang seperti Yesaya, yang menegur mereka karena perbuatan salah mereka.

Yesaya 29:22 "Karena itu beginilah firman TUHAN, yang menebus Abraham, tentang rumah Yakub, Yakub tidak akan malu sekarang, dan wajahnya sekarang tidak pucat lagi."

Tuhan membebaskan Abraham dari latar belakang pagannya ketika Dia membawanya dari seberang Sungai Efrat ke tanah Kanaan (Yosua 24: 2-3). Paulus menguraikan temanya (dalam Roma 4: 1-22).

“Jangan malu sekarang”: Israel dalam sejarahnya telah sering mengalami aib, tetapi kehadiran pribadi Mesias mengubah itu (45:17; 49:23; 50: 7; 54: 4). Setelah keselamatan Israel di akhir zaman, anak-anak Yakub tidak akan lagi membuat nenek moyang mereka malu karena kejahatan mereka.

Abraham tinggal di negeri yang penuh dengan penyembahan berhala. Ketika Tuhan menyuruhnya untuk pergi dan pergi ke tempat yang akan Dia tunjukkan padanya, dia percaya dan pergi. Iman Abraham diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Abraham adalah ayah dari Ishak, dan Ishak adalah ayah dari Yakub (Israel). Dalam hal ini, Tuhan mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham dan memulihkan Yakub. Dia tidak akan malu lagi, karena Tuhan akan membantunya. Itu terjadi, karena TUHAN yang mengatakannya.

Yesaya 29:23 "Tetapi ketika dia melihat anak-anaknya, pekerjaan tangan-Ku, di tengah-tengah dia, mereka akan menyucikan nama-Ku, dan menyucikan Yang Kudus dari Yakub, dan akan takut akan Allah Israel."

“Menyucikan… takut akan Allah Israel”: Keturunan Yakub akan mengagumi kelepasan yang kuat dari Tuhan dan membedakan Dia sebagai satu-satunya yang layak untuk dihormati. Tuhan akan membersihkan Israel (54: 13-14).

Tuhan mengembalikan Yakub ke kebesaran sebelumnya. Keturunan Abraham adalah milik Tuhan. Mereka adalah orang yang terpisah. Mereka dikesampingkan untuk tujuan Tuhan. Hukuman umat Tuhan adalah membantu mereka menjadi apa yang Tuhan inginkan dalam hidup mereka.

Yang Kudus dari Yakub adalah Tuhan. Orang-orang di sekitarnya akan melihat bahwa Tuhan berjuang untuk Israel (Yakub), dan akan takut akan Tuhan mereka. Mereka tidak takut pada Yakub, tetapi mereka takut pada Tuhan Yakub.

Yesaya 29:24 "Mereka juga yang keliru dalam roh akan memahami, dan mereka yang menggerutu akan belajar doktrin."

Dengan rasa hormat yang baru mereka temukan kepada Tuhan, orang-orang yang dulunya bandel akan memperoleh kapasitas untuk persepsi spiritual.

Sekarang, kita melihat mengapa mereka dihukum. Mereka lebih memahami tentang kesetiaan yang harus mereka miliki kepada Tuhan. Mereka belajar lebih banyak tentang jalan Tuhan dan berhenti menggerutu (mengeluh). Pertumbuhan orang Israel ini adalah bahwa pemahaman mereka dalam jiwa mereka meningkat.

Apa yang bisa kita pelajari dari pelajaran ini? Kita harus menyadari bahwa kita tidak dibebaskan dari hukuman Tuhan, hanya karena kita telah mengaku beriman kepada-Nya. Kita harus hidup seperti orang Kristen setiap hari untuk menyenangkan Dia.

Yesaya Bab 29 Pertanyaan

1.   Apakah Ariel itu?

2.   Siapa yang tinggal di sana?

3.   Berapa lama dari waktu Yesaya mengatakan ini, sampai penghakiman datang?

4.   Ariel artinya apa?

5.   Siapa sebenarnya di balik pengepungan terhadap Yerusalem ini?

6.   Apa yang tidak disadari oleh orang Asiria?

7.   Jelaskan pembicaraan dari tanah di ayat 4.

8.   Apa yang terjadi dengan musuh-musuh Yerusalem di ayat 5?

9.   Apa pertunjukan kekuatan dari TUHAN yang membuat musuh menjauh?

10. Nyala api menunjukkan apa?

11. Kapan Tuhan menampakkan diri dalam nyala api kepada Firaun?

12. Apa pertempuran itu diumpamakan di ayat 7?

13. Dalam ayat 8, perbandingan fisik apa yang dibuat dengan pikiran musuh?

14. Apa artinya "Gunung Zion"?

15. Apa yang disebabkan oleh pengaget di ayat 9?

16. Apakah tidur nyenyak di ayat 10?

17. Apa kesamaan penglihatan dari semua ini?

18. Alasan apa yang mereka berikan di ayat 12, karena tidak membaca buku itu?

19. Buku apa yang mereka bicarakan?

20. Seperti apakah orang-orang ini di ayat 13?

21. Apa yang dimaksud dengan "ajaran manusia"?

22. Apakah pekerjaan menakjubkan yang disebutkan di ayat 14?

23. Kepada siapa Yesus menawarkan keselamatan?

24. Siapakah orang bijak di ayat 14?

25. Cahaya menghilangkan ____________.

26. Siapa yang menguasai tanah liat?

27. Apa yang dimaksud dengan "Mahatahu"?

28. Lebanon akan berubah menjadi apa?

29. Kapan itu digenapi?

30. Jenis kebutaan apa yang dibicarakan dalam ayat 18?

31. Siapakah yang mengerikan, yang disebutkan dalam ayat 20?

32. Siapakah para pencemooh?

33. Pemulihan apa yang dibuat Tuhan dalam ayat 22?

34. Apa yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya takut akan Tuhan?

35. Mereka yang keliru dalam roh akan datang ke ________________.

36. Mereka yang menggerutu akan belajar _____________.

37. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari semua ini?

RPP SMTK IPAL Kitab Ayub

  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) ( Pertemuan 1 )   Sekolah              : SMTK BERITA HIDUP Mata Pelajaran   : Ilmu Pengetah...