RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(
Pertemuan 1 )
Sekolah : SMTK BERITA HIDUP
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alkitab
Kelas/Semester : X (sepuluh ) / 2 (Dua)
Materi Pokok : Kitab Ayub
Alokasi Waktu :1 Pertemuan x 2 jp (2x40 menit)
A.
Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik mampu menghargai dan menghayati ajaran
agama yang dianutnya dan memahami serta menerapkan pengetahuan dalam
berinteraksi dengan lingkungan sosial.
B.
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi
1.
Menghargai
nilai-nilai dalam kitab-kitab puisi / syair
a.
Mencatat
jumlah pasal dan ayat kitab puisi / syair
b.
Mengajukan
pertanyaan tentang pesan dan tujuan kitab puisi / syair
2.
Meneladani
kitab-kitab puisi / syair
a.
Menyimak
penjelasan tentang sikap iman dalam kitab puisi / syair
3.
Mengenal
kitab-kitab puisi / syair
a.
Menjelaskan
tentang pesan yang didapat dari kitab puisi / syair.
4.
Menyajikan
pendapat dalam bentuk tertulis /lisan tentang kitab puisi / syair
a.
Mengambil
kesimpulan tentang inti kitab puisi / syair.
C.
Materi
Pembelajaran
1.
Siapakah
tokoh dalam kitab ini
Di negeri Uz, ada seorang pria yang menyembah Allah.
Namanya Ayub. Dia sangat kaya dan punya banyak anak. Dia baik hati dan suka
menolong orang miskin, wanita yang suaminya sudah meninggal, dan anak-anak yang
tidak punya orang tua. Tapi, apakah itu berarti dia tidak pernah punya masalah
Kitab Ayub adalah kisah tentang seorang yang saleh dan
kaya, Ayub, yang diuji dengan berbagai penderitaan dan cobaan oleh Tuhan, atas
izin dari Iblis. Kitab ini mengeksplorasi pertanyaan tentang penderitaan,
keadilan Tuhan, dan iman di tengah kesengsaraan. Meskipun kehilangan semua yang
dimilikinya dan menderita penyakit parah, Ayub tetap setia kepada Tuhan dan
akhirnya dipulihkan oleh Tuhan dengan kekayaan dan keluarga yang baru.
2.
Apa
yang dilakukan/ Apa yang terjadi/ mengapa terjadi/ Bagaimana terjadi/ Kapan
terjadi
Kitab dimulai dengan latar belakang Ayub sebagai orang
yang saleh, kaya, dan diberkati oleh Tuhan. Iblis menantang kesetiaan Ayub, dan
Tuhan mengizinkan Iblis untuk menguji Ayub dengan berbagai penderitaan.
Ayub kehilangan semua harta bendanya, anak-anaknya
meninggal, dan ia diserang penyakit yang parah. Ia berdebat dengan tiga
sahabatnya mengenai penyebab penderitaannya.
Para sahabat Ayub mencoba menjelaskan penderitaannya
dengan berbagai cara, termasuk bahwa ia pasti telah melakukan dosa yang
tersembunyi. Ayub membela diri dan menantang pemahaman mereka tentang keadilan
Tuhan.
Seorang tokoh muda bernama Elihu muncul dan memberikan
pandangan yang berbeda, menekankan bahwa penderitaan bisa menjadi sarana untuk
pemurnian dan pertumbuhan rohani.
3.
Bagaimana
Ajaran Alkitab
Tuhan akhirnya berbicara kepada Ayub dari tengah
badai, mengungkapkan kebesaran dan hikmat-Nya yang tidak terbatas. Ayub
mengakui kebesaran Tuhan dan bertobat dari keluhannya. Tuhan memulihkan
kekayaan Ayub, memberinya keluarga baru, dan memperpanjang umurnya. Kitab ini
diakhiri dengan pengakuan Ayub akan kedaulatan dan hikmat Tuhan, serta
pelajaran tentang iman dan kesetiaan di tengah penderitaan.
4.
Pelajaran
apa saja yang didapat dari kitab Ini
Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan adalah bagian
dari kehidupan manusia, dan meskipun kita mungkin tidak selalu memahami alasan
di balik penderitaan kita, kita harus tetap percaya pada kebaikan dan keadilan
Tuhan. Kisah Ayub juga menekankan pentingnya kesetiaan, ketekunan, dan iman
dalam menghadapi cobaan hidup
D.
Metode
Pembelajaran
1.
Pendekatan
: Saintifik
2.
Metode
: Diskusi
3.
Model:
Discovery learning, Project Based Learning dan Problem based Learning
E.
Media
Pembelajran
1.
Media
Pembelajran : Alkitab , Bahan Ajar, Laptop, Youtube
2.
Alat
: Papan Tulis, Spidol, LCD proyektor
F.
Sumber
Pembelajaran
1.
Alkitab
2.
Buku
Pembimbing Perjanjian Lama
3.
Buku
Tafsir Kitab Puisi Sastra PL
4.
Internet
/ Web/ Jurnal Ilmiah
G.
Langkah-langkah
Pembelajaran ( 2x 40 menit=80 menit)
1. Pendahuluan
a. persiapan ( salam dan doa), 5 menit
b. presensi (kehadiran siswa,
ketertiban, kebersihan kelas), 2 menit
c. prapersepsi (apa yang kamu
ketahui tentang…),3 menit
2. Isi Materi (
PENDEKATAN SAINTIFIK) Observing, Questioning, Experimenting, Associating,
communicating
a. mengamati ( Membimbing diskusi,
memberikan ilustrasi gambar), 5 menit
b. menanya (murid bertanya apa saja
ttg materi), 5 menit
c. mencari informasi (membimbing
siswa melalui buku), 10 menit
d. mengasosiasi (menganalisi dan Tarik
kesimpulan awal ttg materi), 5 menit
e. mengkomunikasikan (siswa mempresentasikan
hasil), 10 menit
3. Penutup
a. menyimpulkan, 5 menit
b. refleksi (apa yang didapatkan),
10 menit
c. post test (umpan balik,
pertanyaan ), 5 menit
d. penugasan (info lanjut,tugas
minggu depan), 5 menit
H. Penilaian Hasil
Pembelajaran , 10 menit
1. Penilaian Sikap
(1-5)
a. nilai menghargai (Spiritual)
b. nilail menghayati(Spiritual)
c. nilai kepedulian (Sosial)
d. nilai disiplin (Sosial)
e. nilai tanggungjawab (Sosial)
2. Penilaian
Pengetahuan (1-4)
a. menjawab
b. mendefiniskan
c. menguraikan
d. menjelaskan secara logis
3. Penilaian
Ketrampilan (1-4)
a. kemampuan bertanya (selalu,
sering, kadang, tidak pernah)
b. kemampuan berargumentasi (benar,
rasional, jelas, sopan)
c. kemampuan mengusulkan (selalu,
sering, kadang, tidak pernah)
d. kemampuan mengapriasi (memberi
pujian) (selalu, sering, kadang, tidak pernah)
I.Pengayaan Materi
dan Remidial
a. guru memberi
tugas siswa untuk membuat ringkasan tentang materi
b. guru memberikan
tugas laporan untuk siswa yang belum tuntas (nilai < KKM)
Catatan kepala
sekolah
Karanganyar, juni
2025
Kepala Sekolah guru Mapel
Marelita, M.Pd. Eko Sugiharto, S.Th.
Pendekatan Saintifik dalam Diskusi Kelas: Pembelajaran Kitab Ayub
✅ Kompetensi Dasar (Contoh PAK SMA)
·
Memahami penderitaan dan respons iman
berdasarkan Kitab Ayub.
·
Menunjukkan sikap sabar dan iman dalam
menghadapi persoalan hidup.
🧠Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik
1.
Mengamati (Observing)
Tujuan:
Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.
Kegiatan:
·
Guru memutar video pendek atau membacakan kisah
nyata penderitaan seseorang yang tetap beriman.
·
Siswa membaca Ayub 1:13–22.
·
Pertanyaan reflektif:
“Apa yang dialami
Ayub dalam kisah ini?”
“Apa reaksi pertama Ayub?”
💡 Catatan: Bisa diberikan gambar atau
infografis “Kehilangan Ayub secara bertahap” untuk dianalisis.
2.
Menanya (Questioning)
Tujuan:
Merangsang siswa berpikir kritis dan menyelidiki secara mendalam.
Kegiatan:
·
Siswa diarahkan membuat pertanyaan sendiri,
misalnya:
o Mengapa
Ayub mengalami penderitaan padahal ia saleh?
o Apa
maksud Allah membiarkan penderitaan ini terjadi?
o Apa
yang bisa kita pelajari dari respons Ayub?
✅ Guru mencatat pertanyaan siswa
dan mengelompokkannya (pertanyaan faktual, konseptual, dan reflektif).
3.
Mengumpulkan Informasi (Experimenting/Exploring)
Tujuan:
Mengembangkan keterampilan mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber.
Kegiatan:
·
Siswa membaca bagian penting Kitab Ayub:
o Pasal
1–2 (awal penderitaan)
o Pasal
3–31 (dialog Ayub dan teman-temannya)
o Pasal
38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan Ayub)
·
Siswa juga diberikan sumber tambahan seperti:
o Tafsiran
Kitab Ayub
o Artikel
atau kutipan dari teolog Kristen (Keller, Wright, dll.)
o Jurnal
atau buku pelengkap (misalnya: “The Problem of Pain” – C.S. Lewis)
📚 Tugas: Siswa membuat catatan penting dan
peta konsep penderitaan Ayub.
4.
Menalar (Associating)
Tujuan:
Menghubungkan informasi untuk menarik kesimpulan.
Kegiatan:
·
Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk:
o Menafsirkan
respons Ayub terhadap penderitaan.
o Menilai
pandangan para sahabat Ayub (Elifas, Bildad, Zofar).
o Menghubungkan
penderitaan Ayub dengan realitas hidup masa kini.
🧠Pertanyaan pendorong:
“Apa perbedaan pandangan Ayub dan sahabatnya
tentang penderitaan?”
“Bagaimana jawaban Tuhan di pasal 38–42 memberi pemahaman baru?”
5.
Mengomunikasikan (Communicating)
Tujuan:
Melatih siswa menyampaikan hasil analisis secara lisan/tulisan.
Kegiatan:
·
Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan
refleksi mereka:
o Judul: Makna Penderitaan dan Iman Menurut Kitab Ayub
o Format:
presentasi lisan, poster, atau video refleksi
🎙️ Alternatif evaluasi: Menulis refleksi pribadi berjudul “Bagaimana saya
belajar bertahan dalam penderitaan seperti Ayub?”
MODEL
PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
Model ini mengikuti 6 langkah
utama dari Discovery Learning menurut Bruner:
a.
Stimulation (Pemberian rangsangan)
- Guru/pendidik
memutar video pendek atau membacakan kisah nyata tentang penderitaan
seseorang yang tetap setia kepada Tuhan.
- Dihadapkan
pertanyaan pemantik:
“Mengapa orang benar bisa mengalami penderitaan
yang berat?”
“Apakah penderitaan selalu tanda hukuman dari Tuhan?”
b.
Problem Statement (Identifikasi masalah)
- Peserta
diminta membaca Ayub 1:1–22 secara berkelompok.
- Diskusi:
Apa yang terjadi kepada Ayub? Apa dosanya?
- Lalu,
peserta merumuskan pertanyaan pembelajaran seperti:
- “Mengapa Ayub menderita?”
- “Apa tanggapan Ayub terhadap penderitaan
itu?”
- “Apa yang bisa kita pelajari dari sikap
Ayub?”
c. Data
Collection (Pengumpulan data)
- Peserta
diberi teks-teks utama Kitab Ayub untuk dibaca dan dianalisis:
- Ayub 1–2 (ujian dan penderitaan)
- Ayub 3–31 (dialog Ayub dengan sahabatnya)
- Ayub 32–37 (pendapat Elihu)
- Ayub 38–42 (jawaban Tuhan dan pemulihan)
- Sumber
tambahan: tafsiran, renungan, dan kutipan dari teolog seperti Tim Keller,
John Stott, atau Derek Kidner.
d. Data
Processing (Pengolahan data)
- Setiap
kelompok diminta membuat:
- Peta konsep penderitaan Ayub.
- Bagan perkembangan iman Ayub selama proses
penderitaan.
- Karakter Allah dalam kitab Ayub (Mahakuasa,
Bijaksana, Misterius, Pengasih).
e.
Verification (Pembuktian)
- Hasil
pemikiran kelompok dikaji ulang berdasarkan teks.
- Dikonfirmasi
dengan sumber teologis atau pendapat pakar Alkitab.
- Pertanyaan
penuntun: “Apakah penderitaan Ayub membawa dia lebih dekat kepada Tuhan?”
f.
Generalization (Menarik kesimpulan)
- Siswa
menyimpulkan makna utama kitab Ayub:
- Penderitaan tidak selalu akibat dosa.
- Iman diuji dalam ketekunan.
- Tuhan berdaulat walau tidak selalu
menjelaskan maksud-Nya.
- Orang benar dipanggil untuk percaya, bukan
hanya mengerti.
MODEL PEMBELAJRAN PROBLEM-BASED LEARNING (7
LANGKAH)
Langkah 1: Orientasi terhadap Masalah
Kegiatan:
·
Guru menghadirkan studi kasus:
“Seorang pelayan Tuhan kehilangan anak-anaknya
dalam kecelakaan, lalu mengalami penyakit berat. Ia bertanya, 'Apakah Tuhan
masih peduli?'”
·
Pertanyaan pemantik:
“Mengapa orang yang hidup benar bisa mengalami
penderitaan?”
Langkah 2: Mengorganisasi siswa untuk belajar
Kegiatan:
·
Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil (3–5
orang).
·
Setiap kelompok diberi tugas:
o
Membaca Ayub pasal 1–2 (konteks penderitaan
Ayub)
o
Mengidentifikasi permasalahan teologis yang
muncul.
Contoh masalah yang ditemukan:
·
Apakah Allah adil jika mengizinkan orang benar
menderita?
·
Apakah penderitaan selalu berasal dari dosa?
Langkah 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Kegiatan:
·
Siswa mencari referensi Alkitabiah dan teologis.
·
Guru menyediakan bahan bantu: tafsiran, video
pengajaran, kutipan teolog Kristen (Keller, Stott, Wright, dll).
·
Setiap kelompok meneliti:
o
Respon Ayub terhadap penderitaan
o
Respons sahabat Ayub dan perannya
o
Jawaban Tuhan (Ayub 38–42)
Langkah 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Kegiatan:
·
Kelompok menyusun presentasi atau poster digital
berisi:
o
Analisis masalah , Penafsiran teks, Solusi atau
jawaban teologis
o
Relevansi dengan kehidupan saat ini
·
Hasil dapat dipresentasikan atau ditulis dalam
bentuk esai pendek.
Langkah 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Kegiatan:
·
Siswa lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
·
Guru membimbing refleksi:
“Apa yang kalian pelajari tentang Allah melalui
kisah Ayub?”
“Apa dampaknya terhadap iman kita saat menghadapi penderitaan?”
Langkah 6: Refleksi
Kegiatan:
·
Siswa menulis refleksi pribadi:
o
Apa pelajaran terpenting dari kisah Ayub?
o
Bagaimana saya akan bersikap jika menghadapi
penderitaan?
Langkah 7: Tindak lanjut
Kegiatan:
·
Siswa diberikan tugas proyek: membuat devotional harian bertema “Iman dalam
Penderitaan” berdasarkan Kitab Ayub selama 7 hari.


